Mandi Dadakan di Curug Lawe

Curug Lawe di Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Semarang.

Awalnya saya dan Felix Jody berencana jalan-jalan ke Taman Nasional Ujung Kulon di Banten pada awal November 2013. Sebelum berangkat dari Tangerang, kami memutuskan untuk makan siang dulu di warteg dekat Komas – kontrakan yang jadi base camp anak-anak Teater KataK saat itu.

Saat sedang makan, hujan mendadak turun. Kami bengong. Lalu saya nyeletuk, “Kayanya Ujung Kulon bakal becek nih, Bro.”

Setelah berdiskusi kilat, kami sepakat tetap jalan, tapi tidak ke Ujung Kulon. Ke mana? Lihat nanti saja. Pokoknya berangkat dulu ke Stasiun Gambir di Jakarta.

Sesampainya di Stasiun Gambir, kami memperhatikan jadwal keberangkatan kereta dan berbagai tujuannya. Tak lama, saya melihat ada kereta yang bakal berangkat ke Semarang.

“Ke rumah Domi di Semarang asyik kali ya, Jod?”

“Ayok.”

Akhirnya, jadilah kami menyambangi Dominiko Dhany, sesama mahasiswa jurnalistik UMN angkatan 2009 yang sekarang sedang pulang ke rumahnya di Semarang. Domi dan beberapa temannya memandu kami selama di sana, entah saat mencari makan atau wisata air terjun ke Curug Lawe di Desa Kalisidi, Ungaran Barat.

Di Curug Lawe, kami jalan santai saja sembari menikmati pemandangan alamnya. Sesampainya di air terjun, kami makan Pop Mie, ngobrol ngalor-ngidul, lalu main air sekalian mandi. Airnya dingin betul.

Berikut foto-foto di Curug Lawe:

Kamera: Canon 1000D | Lensa: 18-55 mm.

Bagikan

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top