Wisata Negeri Atas Awan

Salah satu bagian Gunung Sanqing yang tersusun dari kumpulan batu granit.
Salah satu bagian Gunung Sanqing yang tersusun dari kumpulan batu granit. Viriya Singgih.

Batu granit beragam bentuk menjulang mencakar langit. Pepohonan hijau menyembul di sela-sela dengan langit biru cerah melatari. Jalan setapak menanjak jadi satu-satunya akses menuju puncak. Awan di kiri-kanan terasa dekat tak berjarak. Berkunjung ke Gunung Sanqing, seperti menyambangi negeri di atas awan.

Gunung Sanqing terletak 40 kilometer sebelah utara dari wilayah Yushan, Provinsi Jiangxi, Tiongkok. “Sanqing” berarti tiga yang murni, merujuk pada tiga puncak utama yang menyatukan gunung ini: Yujing, Yushui dan Yuhua. Yujing terletak di tengah dan merupakan yang tertinggi di antara ketiganya dengan ketinggian 1.817 meter di atas permukaan laut. Di puncak itu terdapat sebuah papan catur dari batu. Masyarakat sekitar percaya, para dewa biasa bermain catur di sana.

Sejak 2008, UNESCO mengklasifikasikannya sebagai salah satu situs warisan dunia. Dengan luas area 229 kilometer persegi, Gunung Sanqing adalah rumah bagi 2.373 jenis tumbuhan vaskular dan 1.728 jenis hewan liar. Selain itu, di sana juga terdapat setidaknya 230 bangunan kuno dan situs budaya seperti kuil, jembatan, menara dan lain sebagainya.

Jembatan di Gunung Sanqing.
Jembatan di Gunung Sanqing. Viriya Singgih.

“Keindahan alam Gunung Sanqing juga berasal dari kombinasi bebatuan granit dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di gunung. Belum lagi kondisi meteorologis di sana yang membuat lanskapnya terus berubah dan jadi begitu menawan,” seperti yang tertulis di situs resmi UNESCO.

Pada 1995, dibuatlah instalasi kereta gantung di Gunung Sanqing. Dengan begitu, para wisatawan bisa langsung naik menuju ketinggian kira-kira 1.500 meter. Setelahnya, barulah kita lanjut berjalan kaki selama kurang lebih tiga jam untuk mencapai puncak. Jalan setapaknya terpasang kokoh mengitari gunung dengan permukaan rata dan pagar besi sebagai penjaga. Saat menyusurinya, rasanya begitu kontras. Di satu sisi bebatuan granit menjulang, sementara di sisi lain lembah besar terpampang sejauh mata memandang.

Bila datang pada saat musim panas, sekiranya antara Juni-Agustus, sengatan terik matahari akan mengiringi sepanjang perjalanan. Karena itu, proses pendakian bisa jadi terasa lebih berat. Namun kita bisa melepas lelah di warung yang berada di beberapa titik peristirahatan.

Kuil Tao Sanqing.
Kuil Tao Sanqing. Viriya Singgih.

Salah satu yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah Kuil Tao Sanqing yang terletak di ketinggian 1.532,8 meter di atas permukaan laut dengan luas area 500 meter persegi. Gunung Sanqing memang dikenal pula sebagai tempat suci bagi penganut ajaran Tao. Terutama pada era Dinasti Tang (618-907), ketika ajaran Tao sedang mencapai puncak perkembangannya. Bahkan menurut cerita yang beredar, seorang guru besar Tao bernama Ge Hong pernah bertapa di gunung ini dan menciptakan pil abadi pada masa 1.600 tahun silam.

Di sekitar kuil itu, kita bisa menemukan banyak patung dan kuil kecil lainnya yang terbuat dari batu. Itu semua adalah peninggalan dari zaman Dinasti Ming (1368-1644). Sementara di dalam kuil utama, terdapat pula lukisan dan patung dewa dengan beragam latar cerita. Salah satunya adalah lukisan delapan dewa yang jadi simbol ragam kehidupan manusia.

Patung-patung kecil di Gunung Sanqing.
Patung-patung kecil di Gunung Sanqing. Viriya Singgih.

Keberadaan para dewa itu bermula dari kebiasaan masyarakat Tiongkok untuk meneladani kisah pahlawan lokal. Jadi, dewa-dewa itu merupakan sosok manusia di masa lampau yang terkenal akan kebajikan maupun kepahlawanannya bagi masyarakat. Patung mereka dibuat untuk merefleksikan kisahnya, bukan memuja secara berhala.

Selain Kuil Tao Sanqing, kita juga bisa menyambangi wilayah pesisir barat. Ada hutan besar yang jadi rumah bagi ratusan jenis hewan, entah beruang hitam, macan tutul ataupun monyet rhesus. Di sana terdapat pula beberapa tempat wisata favorit dengan pemandangan tak kalah menakjubkan seperti Flying Celestial Valley, West Sea Dragon Palace dan Monkey King’s Fruit Mountain.

Bisa dikatakan, berwisata ke Taman Nasional Gunung Sanqing adalah perjalanan untuk sebuah pemenuhan diri. Jalan setapaknya panjang, menanjak, dan berliku. Terkadang begitu sepi hingga kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Namun, kita hanya harus percaya bahwa semua akan terbayar lunas ketika telah tiba di puncak.

Lihat juga Mengintip Taman Nasional Gunung Sanqing.

***

Catatan
1. Tulisan ini pertama dimuat di majalah GeoTimes edisi 8 Desember 2014.

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top